menu melayang

02 Maret 2020

MANAGEMENT ASSET JARINGAN DISTRIBUSI



Sejalan dengan perkembangan dunia usaha pada masa sekarang ini PT. PLN (Persero) sebagai satu-satunya perusahaan BUMN yang bergerak dibidang usaha jasa ketenaga listrikan dituntut untuk dapat menyediakan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi, mengusahakan keuntungan agar dapat membiayai pengembangan penyediaan tenaga listrik untuk melayani kebutuhan masyarakat serta dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai pelanggannya.Pendistribusian listrik oleh PT. PLN (Persero) yang sering mengalami masalah losses energi listrik, losses disini diartikan sebagai adanya energi yang hilang baik secara teknis maupun non teknis. Hal ini dapat dilihat dari adanya selisih yang cukup besar antara energi listrik yang dikirimkan dari gardu induk dengan energi listrik yang didapatkan dari konsumsi pelanggan.

Faktor yang diduga sebagai penyebab suatu losses (susut) antara lain karena adanya kerusakan jaringan distribusi. Energi listrik yang dikirimkan dari gardu induk tidak akan sampai ke pelanggan karena dalam pendistribusiannya terjadi kerusakan jaringan seperti contohnya adanya komponen distribusi yang using(sudah umur), komponen dicuri orang, komponen yang rusak, sehingga daya listrik tersebut akan berubah menjadi energi panas. Selain hilangnya energi listrik, kerusakan jaringan distribusi juga dapat menyebabkan pemadaman listrik atau gangguan distribusi. Jika terjadi pemadaman listrik, maka potensi pendapatan listrik akan berkurang karena konsumsi listrik oleh pelanggan tidak ada dan adanya biaya untuk perbaikan gangguan secara korektif.

 Maka dilihat dari permasalahan tersebut perlu adanya manajemen aset jaringan distribusi energi listrik yaitu model pengelolaan aset untuk mendirikan sistem management asset yang tepat pada jariangn distribusi yang memperhatikan proses manajemen dan pemanfaatan yang optimal dari umur aset mengenai keandalan layanan dan distrubusi energi listrik yang konstan, serta pemeliharaan yang sesuai.( Asset management techniques,2006)
Manajemen aset adalah operasi sekelompok aset yang meliputi seluruh siklus hidup aset yang menjamin dan memastikan layanan yang cocok yang sudah ditentukan dan sesuai dengan standart keamanan.
Management asset adalah model pengelolaan aset yang bertujuan untuk lebih mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, keberhasilan management asset bergantung kepada kemampuan menentukan komponen kritis pada suatu peralatan serta bagaimana mendefinisikan kondisinya (Ivo, Wenzler,2005)
Management asset perusahaan jaringan listrik mempunyai peran penting dalam mendeteksi dan mengevaluasi keputusan terkemuka tentang keberhasilan ekonomi jangka panjang dan pendapatan yang terbaik. (Ivo, Wenzler,2005) Untuk memenuhi manajemen aset yang sesuai harapan tersebut beberapa hal yang utama adalah


  1.  Penyelarasan strategi dan operasi dengan pemangku kepentingan nilai-nilai dan tujuan
  2. Keseimbangan keandalan, kemanan dan pertimbangan keuangan
  3. Pemanfaatan kinerja
  4. Hasil yang sesuai dengan peraturan


Management asset dapat mencakup aspek dari masalah teknis seperti perencanaan jaringan atau definisi fundamental operasional untuk perencanaan investasi dan anggaran lebih ekonomis, dan perencanaan strategis pada kondisi jaringan.

assesment 1
cek rak PHBTR

assesment 2
Thermovison trafo
assesment gardu 3
Cek list Rak PHBTR



assesment gardu dilapangan
Assesment gardu tiang

gardu tiang
gardu portal


gardu portal
gardu portal bordes
thermovision
thermovision body trafo

thermovision trafo
thermovision terminal sekunder trafo















































Baca juga : Pengujian TTR



alamat email wej
: marketing@eltrajaya.com
  wismatata@yahoo.com



contak telpon wej
021 8936193



wa sunarko
 081905180532


Blog Post

Related Post

Mohon maaf, belum ada postingan.

Back to Top

Cari Artikel